Gencatan Senjata atau Jeda dari Kezaliman?
Dunia menyebutnya perdamaian. Tapi Gaza tahu; ini bukan akhir dari perang, hanya jeda untuk menarik napas di antara reruntuhan, mengubur syahid yang tak sempat dimakamkan kemarin, dan mencari sisa keluarga yang belum ditemukan di bawah puing. Mereka menyebut ini “masa tenang”. Namun bagi rakyat Palestina, ini hanyalah diam yang menekan; jeda dari kezaliman. Ada tangisan yang belum berhenti. Ada kota yang tidak lagi mengenal malam, karena setiap malam masih diterangi api, bukan lampu. Ledakan memang berhenti, tapi air masih berhenti di pipa yang pecah, obat-obatan masih tertahan di perbatasan, dan rumah sakit masih merawat pasien dengan cahaya lilin. Di rumah-rumah yang tinggal bayang, Ibu serta anak menatap langit kosong mencari ayah yang tak kembali sejak serangan terakhir. Di antara abu dan debu, masih ada mereka yang membawa kamera dan pena. Bukan tentara, bukan pejuang bersenjata, tapi jurnalis; saksi mata yang menulis dengan nyawa. Mereka datang bukan untuk berperang, ...