Postingan

Tempat Singgah!!!

Gambar
Perjalanan paling jauh adalah perjalanan menuju dirimu sendiri, bukan pada penerimaan manusia kepadamu. Duhai, jika semua manusia menyukaimu maka tanyakanlah pada dirimu berkali-kali; Benarkah aku telah menjadi diriku sendiri? Biarlah yang lain pergi setelah mengetahui kurangmu, Biarlah kamu tetap menjadi dirimu sendiri. Perjalanan kita di dunia akan segera berakhir, Mari berkemas dengan hati yang selamat, Menginsyafi yang salah, dan melupakan segala yang bersalah. Berbahagialah atas dirimu yang tidak kehilangan dirinya hanya karena penilaian manusia, karena diluar sana banyak yang kehilangan dirinya sendiri hanya untuk menyenangkan manusia lainnya. Kalau kita berharap di kehidupan ini manusia akan selalu bersikap baik maka kita tidak akan pernah tahu rasanya menata diri saat sendiri. Berbahagialah atas jalanmu, berhenti menyandarkan diri pada apa-apa yang ada di bumi karena pada akhirnya akan melukai dirimu sendiri. Biarlah segala perjuangan luka dan kebahagiaan yang telah kita lalui,...

La Tahzan

Gambar
  “Apa yang menjadi takdirmu tidak akan pernah melewatkanmu.” Demikian sebuah ungkapan yang sering kali kudengar. Bahwa setiap jalan yang telah Allah tetapkan pada kita adalah cara-Nya untuk menjaga dan mencintai hambanya.  Maka cukuplah diri kita ridha pada setiap ketetapan-Nya, bahkan saat kita merasa bahwa ketetapan itu tidak membuat bahagia saat itu juga, ketahuilah ada kebahagiaan yang sedang menanti di depan sana. Tentu siapapun akan merasa sedih, tapi lagi-lagi ini adalah takdir Allah dan kamu (Dian) harus ridha pada-Nya.  Sehari setelahnya, menjadi biasa. Allah lapangkan, Allah pulihkan dan ada doa yang senantiasa mengiringinya; Robbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir.  Oktober 2025 kabar itu datang, bahwa aku akan umrah di bulan Ramadan. Tentu ada gemuruh yang mengharu biru mendengar kabar itu. Tibalah waktunya…segala doa yang telah disiapkan, telah terlist hanya berubah menjadi air mata saat melihat ka’bah.  Ya Rabb, aku penuhi panggilan-Mu...

Cintai Perjalanmu yang Ada Allah

Gambar
  Aku mencintai perjalananku yang ada Allah disana. Saat hari tak selalu bahagia, tapi selalu ada sabar dan syukur yang teriring disana.  Kadang ada luka, tapi itu tak akan lama sembuhnya karena ada ruang ikhlas disana. Saat sabar justru menjadi kekuatan utamanya. Saat memaafkan adalah jalan ketenangannya. Aku mencintai perjalananku yang ada Allah disana. Ridha pada setiap takdir-Nya. Tak pernah membenci siapapun yang hadir meninggalkan luka. Tapi juga tak pernah terlalu mencintai makhluk-Nya. Dari sana, dia tumbuh dengan hati yang lapang.  Aku mencintai perjalananku yang ada Allah disana. Sesulit apapun jalannya, sendirian pun menempuhnya, selama ada Allah, aku akan selalu baik-baik saja.  Saat yang datang melukai, lalu pulang dengan insaf. Saat yang datang bahagia, tapi pulang dengan taubat. Jadikan hatimu selalu baik, selalu tulus, selalu ada Allah disana! Biarkan yang ada disisimu adalah mereka yang tetap memilihmu dengan hatinya,  bukan dengan matanya, buka...

Belajar Bertahan di Perjalanan Hidup

Gambar
Perjalanan hidup ini membawa kita bukan hanya untuk bertumbuh, tapi juga mengajarkan bagaimana caranya bertahan. Di dalamnya ada begitu banyak perjuangan yang telah kita lewati, luka, sedih, bahagia, tawa, dan air mata yang datang silih berganti. Semua itu pernah hadir, menemani langkah kita sampai di titik hari ini. Biarlah segala perjuangan, luka, dan kebahagiaan yang telah dilalui menjadi pemanis bagi setiap rasa kecewa, sakit hati, dan perasaan-perasaan yang mengganggu. Maka ikhlaskanlah. Karena pada akhirnya kita tetap manusia. Ada kalanya terluka, ada kalanya tanpa sadar kita juga melukai. Ada waktu tertawa, ada masa bersedih. Semua itu bagian dari hidup. Dunia memang terasa berat, dan itu wajar. Dunia adalah tempat ujian bagi seorang muslim. Saat diuji, itu adalah bentuk cinta dari Allah. Saat diberi kenikmatan, itu pun bisa menjadi ujian tentang bagaimana kita bersyukur dan menerima setiap ketetapan-Nya. Sering kali apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah. Dan ...

Hikmah Menjaga Kewarasan

Gambar
2025 segera berakhir, bagaimana perasaan mu?  Alhamdulillah tahun ini ada begitu banyak kebaikan dan nikmat yang Allah berikan di balik kerikil-kerikil ujian yang pada akhirnya bisa terlewati. Semoga kamu pun begitu; dipenuhi kebaikan dan kekuatan menghadapi setiap dinamika kehidupan 🍀 Kalau pun terasa berat ujian yang menimpa, teruslah berprasangka baik, menjaga kewarasan dengan bersabar, sebab pada akhirnya yang terbaik adalah apa yang telah Allah tetapkan untuk hambanya.  Terima kasih untuk orang-orang baik yang kami temui dalam perjalanan tahun ini, semoga Allah menjaga kita dalam ketaatan dan kebaikan.  Peluk sayang untuk setiap diri yang masih terus mencoba memaafkan, melapangkan hati, berdamai dengan  dirinya dan bersabar dalam mengendalikan kewarasan, percayalah Allah selalu punya hikmah indah dibaliknya.  Meski tidak semua hari terasa ringan untuk dijalani, paling tidak kita tidak kehilangan Allah untuk mengadu dan mengakui kelemahan diri.  Kalau ...

Zionis Membunuh Jurnalis, Tapi Kebenaran di Palestina Tak Pernah Mati

Gambar
  Di tanah yang berlumur darah dan doa itu, kamera tak pernah sekadar merekam gambar ia merekam kebenaran yang ingin dibungkam. Nama Saleh Al-Jhawari, jurnalis muda Palestina, kini menambah daftar panjang para pewarta kebenaran yang syahid di Gaza. Ia diculik, disiksa, dan ditembak berkali-kali oleh tentara zionis. Tubuhnya terjatuh, tapi pesannya tak pernah gugur. Pelurulah yang menembus tubuhnya, bukan suaranya. Mereka bisa menghancurkan kameranya, tapi tidak kebenaran yang ia bawa. Karena kebenaran di Palestina bukan sesuatu yang bisa mati bersama jasad. Zionis telah melanggar kesepakatan gencatan senjata berkali-kali, membombardir kota yang hancur tanpa jeda. Bagi mereka, diamnya langit hanyalah waktu untuk mengisi ulang peluru. Bagi rakyat Palestina, diam hanyalah kesempatan untuk kembali berdiri. Di antara reruntuhan itu, para jurnalis terus menjadi saksi. Mereka menulis dengan luka, memotret dengan air mata, dan berbicara dengan keberanian yang lahir dari iman. Mereka tahu, ...

Gelombang Iman di Tanah Terluka

Gambar
Palestina bukan sekadar peta di dinding, tapi tanah yang disucikan oleh doa dan air mata. Di setiap debunya tersimpan kisah panjang tentang iman yang tak pernah padam. Aqsa bukan hanya perlawanan ia adalah gelombang iman yang lahir dari luka panjang. Mereka berdiri bukan karena tak takut mati, tapi karena ingin hidup dengan kehormatan. Dari masjid dan rumah yang hancur, terdengar dzikir yang menembus langit. Anak-anak yang kehilangan segalanya, tetap hafal ayat tentang kesabaran. Palestina mengajarkan bahwa dakwah bukan hanya dengan kata, tapi dengan keteguhan di tengah penderitaan. Kesabaran mereka adalah khutbah paling nyata. Setiap darah yang tumpah adalah panggilan, agar dunia tak lagi diam. Sebab iman bukan hanya untuk disimpan  tapi untuk diperjuangkan. Mereka kehilangan rumah, tapi tidak kehilangan arah. Mereka kehilangan dunia, tapi tidak kehilangan Allah. Gelombang iman ini akan terus mengalir, hingga kebebasan dan kedamaian kembali bersemi di tanah para Nabi.