Postingan

Menampilkan postingan dengan label mahasiswa

Mahasiswa

Dan terkadang beberapa orang mendapatkan kesenangan meskipun hanya di dunia virtual.  Tempat mengekspresikan diri dan membuktikan eksistensi maya ke semua orang. Mungkin dengan tampang yang secara normatif disebut cantik/ganteng, mereka banyak mendapat perhatian. Karena sesungguhnya di dunia nyata mereka kesepian, mereka enggan diakui karena mungkin terlalu berbeda. Atau. Mereka enggan berbaur karena terlalu berbeda.. . [Justifikasi Mahasiswa Melarat Dengan Tampang Pas Pasan dan Tidak Tenar]

Wajah Gerakan Mahasiswa Masa Kini

Gambar
Aksi atau demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa biasanya menjadi sorotan publik dan media massa yang ada di masyarakat. Sorotan postif dan negatif mewarnai berbagai opini dan judul berita yang beredar. Namun berita yang beredar di masyarakat lebih sering menyudutkan dengan intonasi negatif di setiap kata-kata pada kalimat di ujung berita. Tidak ada maksud menyalahkan apa yang diberitakan, memang menjadi kewajaran bagi orang umum untuk menilai negatif pergerakan yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. Selain membuat onar, kemacetan, keributan, dan kadang kerusuhan tercipta akibat pergerakan yang dilakukan. Jadi layak rupanya bila pergerakan sering dinadakan negatif oleh media dan masyarakat.  Nada negatif di masyarakat dan media tidak bisa disalahkan, terlepas adanya tedensi dari luar untuk menolak atas pergerakan yang dilakukan mahasiswa. Karena memang jika dilihat dari sudut manapun, aksi pergerakan mahasiswa adalah negatif tidak sesuai dengan norma yang ada di masyarakat. ...

Mahasiswa Sedang Mencari "Tokoh"

Gambar
Soekarno dan Hatta dalam perselisihannya terhadap revolusi adalah soal waktu. Soekarno memiliki pemikiran bahwa revolusi harus dilakukan setiap saat dan setiap waktu, sedangkan Hatta berpendapat revolusi tidak bisa dilakukan setiap saat karena dapat menyebabkan kondisi “pejungkirbalikan segala nilai”, Hatta berpendapat revolusi harus dilakukan dengan selang waktu berpuluh tahun. Pada era baru ini, demokrasi memanjakan setiap elemen untuk bebas bersuara. Termasuk elemen mahasiswa, untuk bebas mengemukakan pendapatnya kepada pengausa. Tetapi suara-suara yang disampaikan oleh mahasiswa melalui aksi massa atau demonstrasi, tak sekedar menyampaikan aspirasi saja. Lebih kepada tekanan massa aksi, untuk menekan penguasa agar merubah kebijakan dengan instan sesuai apa yang dituntutkan.  Sejarah mencatat gerakan massa aksi telah banyak menumbangkan orde, rezim, serta kebijakan yang tidak semestinya. Gerakan massa aksi pada dahulu sebelum tahun 2000-an, banyak diwarnai oleh pergerakan s...

Esensi Pendidikan dan Perjuangan Mahasiswa

Gambar
“Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun”, Soe Hok Gie. Kewajiban seorang mahasiswa bukan hanya belajar di kelas. Kewajiban mahasiswa bukan hanya menjadi insan prestatif, mengejar IPK setinggi-tingginya. Sesungguhnya, kewajiban terbesar mahasiswa adalah menjadi penyambung lidah rakyat, serta berjuang di barisan rakyat dan bersama rakyat. Ketika kebijakan pemerintah tidak lagi pro rakyat, maka sudah saatnya mahasiswa memberikan teguran! Ini bukan solusi. ini hanya jalan menuju solusi itu. Pemerintahlah yang lebih berkewajiban untuk solusi itu. Mahasiswa hanya bertugas dan memang sudah menjadi tanggung jawabnya untuk mendorong mereka agar memberikan solusi. Mereka bertahta dan hidup...

Mahasiswa dan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam ikatan Relawan

Gambar
"Kata orang, mahasiswa adalah kaum intelektual. Kaum muda yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai orang-orang yang mampu membawa perubahan bagi negeri ini dengan ilmu yang mereka dapatkan. Tetapi, realita di lapangan tidaklah sama dengan harapan masyarakat. Banyak diantara mereka hanya memanfaatkan fasilitas yang disediakan orang tua tanpa adanya sikap tanggung jawab, banyak yang melakukan tindakan-tindakan menyimpang dari norma, hedonisme, dan melupakan tugas serta tanggung jawab yang seharusnya mereka laksanakan dengan sungguh-sungguh." -Anonim- Ini tentang mahasiswa, bukan hanya tentang satu atau dua organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa menempati lapisan kedua dalam relasi kemasyarakatan, yaitu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi rakyat kepada pemerintah, mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil terhadap rakyat, dan membela kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi moral, et...

[Mahasiswa Revolusioner]

"Kau tahu, Nak, kata Darwis Tere Liye, untuk membentuk sepotong intan terbaik, semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, dia justru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Kokoh. Indah." Tapi dalam perjalananku. Tidak perlu menyelami gunung berapi. Justru atas dasar kerendahan hati dan kekokohan niat yang hanya ditujukan padaNya, akhirnya kudapatkan Intan-ku sendiri Aturan dan mematuhi aturan itu memang penting,tapi terkadang kau juga harus mengabaikan peraturan dan bergerak, menyesuaikan dituasi. Menjadi ninja berarti perang tanpa henti melawan kebencian,itulah kebenaran bagi kita semua. Jika kau tidak bisa mengendalikan emosi dan pikiranmu,kau akan lemah Selama menyelamatkan yang dicintai,peperangan akan ada. Selama kasih sayang ada,akan melahirkan kebencian,dan seseorang akan dikendalikan oleh kebencian itu. Perang lahir dari keinginan kita untuk melindungi orang yang kita sayangi. Selama mas...

Balada Mahasiswa Masa Kini

Gambar
Mahasiswa dipandang sebagai kekuatan pemuda yang masih netral, lugu, bersih dan terbebaskan dari kepentingan-kepentingan kekuasan. Makanya sangat wajar ungkapan yang dikemukakan Soekarno, “Berikan aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengubah dunia”.  Mahasiswa sering disebut sebagai agen perubahan, tapi sekarang mahasiwa pada umumnya adalah agen yang dirubah. Kampus saat ini tidak lagi mengajarkan kemandirian pada mahasiswanya, yang ada kampus hanya menuntut mahasiswa untuk bisa lulus tepat waktu dengan IPK diatas rata – rata. sangat disayangkan, tugas utama perguruan tinggi kian terlupakan: mencetak agen perubahan. Mahasiswa dan pemikiran adalah sebuah simbiosa yang tidak bisa dipisahkan.  Saat ini mahasiswa banyak yang berpikir general tidak terstruktur dan tidak berorientasi kedepan. Lahir dan tumbuh diera internet dengan segala kemudahan yang di dapat namun malah tak membuat mahasiwa sekarang menjadi lebih hebat, mantap dan bermanfaat dari mahasiswa era Soe Hok Gie.  M...

Ngakunya M A (H A) S I S W A

Gambar
Pemuda ? Siapakah mereka ? Apakah mereka yang tampil beda atau yang menempatkan dirinya berada di zona transisi ? Apakah mereka yang sibuk dengan dunia yang begitu gemerlap atau mereka yang melawan gemerlapnya dunia untuk suatu perubahan ? Apakah mereka yang sibuk dengan urusan cintanya atau mereka yang meninggalkan cintanya untuk kepentingan orang banyak ? Apakah mereka yang berusia dini atau mereka yang sudah rentan tapi memiliki semangat yang tinggi ? Pemuda, Ingat sumpahmu di negeri ini dan berikanlah yang terbaik untuk negeri dan agama ini. Kalau bukan kita, siapa lagi ? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ? Kalau menunggu hari esok mungkin kita sudah mati ? Ngaku kalau pemuda Indonesia? Jangan asal jadi tukang kritik kalau belum mampu dikritik. Jangan jadi pengatur kalau belum mampu diatur, jangan jadi pemimpin kalau belum mampu dipimpin, jangan suka demo pake bakar bakar kalau nggak mau kena asap. Pemuda indonesia itu kerja nyata, kerja lapang bukan kerja jadi tukang caci bangsa ...

Problema [Dialektika]

Dalam buku catatan Seorang Demonstran dituliskan : " Lebih baik mati muda dibanding mati dalam usia tua " itulah yang ditulis oleh Soe Hok Gie dalam bukunya. Yang kemudian setiap buku dan artikelnya menjadi rujukan aktivis kekinian mangasingkan diri dari ketidakteraturan keadaan, lantas mendadak meninggal dalam sepi. Dalam dunia kampus, mahasiswa akan bertemu dengan berbagai karakter, bergelut dengan sekian banyaknya ide dan berbagai macam gaya. Yang diharapkan akan membentuk mahasiswa menjadi kader intelektual yang berguna bagi nusa bangsa dan agama. Seperti itulah yang pernah kita tulisakan dalam kolom cita-cita semasa Sekolah Dasar. Bukankah yang kita tulisakan semasa berada di tingkat Sekolah Dasar adalah membahagiakan bukan ? Begitu indah bayangan di masa sekolahan. Namun setelah memasuki dunia perkuliahan, hidup katanya sudah tak sederhana dan seindah dulu. Tugas menumpuk, orang-orang menyarankan ikut organisasi, dosen memberi iming-iming belajar ke luar negeri, me...