Postingan

Menampilkan postingan dengan label kutipan

Jangan Jatuh Cinta tapi Bangun Cinta

Jatuh cinta stadium akut. Menyebabkan gejala mabuk cinta. Yang dipikirkannya dia, gak bisa hidup tanpa dia. Kemana-mana ingin sama dia, nunggu kabar dia. Ingin diperhatikan dia. Di level ini logika perlahan lumpuh. Segala keinginannya dipenuhi. Segala harapannya diwujudkan. Segala upaya dikerahkan. Segala pengorbanan diberikan. Namun beberapa waktu kemudian semua sirna. Saat apa yang ia berikan tak sesuai dengan yang diharapkan. Saat apa yang dibayangkan tak seindah yang terealisasikan. Cinta menuntut, cinta posesif, Cinta pamrih. Akhirnya cinta retak, kecewa dan menderita. Patah hati, itulah istilah untuk orang yang punya kasus seperti ini. Susah move on sebutan untuk yang patah hati dalam jangka yang panjang. Ujung nya trauma, susah percaya dan susah menerima cinta yang baru.  Solusinya, bangun cinta. Agar cinta diberkahi Sang Pencipta. Agar cinta tetap pakai logika. Agar cinta kekal sampai surga.

Kutipan

Pada akhirnya akan ada yang bertahan, banyak pula yang meninggalkan. Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Apapun itu, semoga semua tetap dalam jalan meraih ridho-Nya..

Adalah ; Aku

Adalah Aku yang menjadi rahasia sebagaimana kamu dirahasiakan. Sebagaimana telah banyak tangan yang hadir untuk menawarkan bahunya bersandar. Sebagaimana mimpi dan cita yang harus ku gapai lebih giat. Atas perasaan-perasaan yang menghawatirkan dua orang manusia, Aku masih tetap sama, Menjelma menjadi rasa yang tak terbaca, Bukan karena tak cinta, Ada istiqomah yang harus ku pertahankan, Maka dengannya ; Ku sibukkan diriku dalam taat pada Rabb-ku Tak perlu bertanya lagi. Apa aku tak mencintaimu ? Apa aku tak merindukanmu ? Temukan jawabannya dalam pintamu padaNya, Bukankah Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia ? . Tenanglah Tuan, Aku masih disini, dalam titik-titik penantian. Sebab Doa tak pernah jenuh dan Allah akan restu ♡

Burung-Burung Rantau

"Betapa manusia adalah satu-satunya makhluk dunia yang serba kurang. Menghadapi burung, dia tidak bisa terbang. Menghadapi ikan, dia tidak bisa menang dalam air. Berpacu dengan kuda, dia kalah. Melawan badak dia lemah; Kemampuan tubuh untuk dapat menembus tanah nyaris nol bila disuruh melawan tikus dan ular. Tetapi manusia punya otak. Dan inilah yang dimanfaatkan sampai sel dan sarafnya setuntas mungkin." (Mangunwijaya)