Belajar Bertahan di Perjalanan Hidup


Perjalanan hidup ini membawa kita bukan hanya untuk bertumbuh, tapi juga mengajarkan bagaimana caranya bertahan. Di dalamnya ada begitu banyak perjuangan yang telah kita lewati, luka, sedih, bahagia, tawa, dan air mata yang datang silih berganti. Semua itu pernah hadir, menemani langkah kita sampai di titik hari ini.

Biarlah segala perjuangan, luka, dan kebahagiaan yang telah dilalui menjadi pemanis bagi setiap rasa kecewa, sakit hati, dan perasaan-perasaan yang mengganggu. Maka ikhlaskanlah. Karena pada akhirnya kita tetap manusia. Ada kalanya terluka, ada kalanya tanpa sadar kita juga melukai. Ada waktu tertawa, ada masa bersedih. Semua itu bagian dari hidup.

Dunia memang terasa berat, dan itu wajar. Dunia adalah tempat ujian bagi seorang muslim. Saat diuji, itu adalah bentuk cinta dari Allah. Saat diberi kenikmatan, itu pun bisa menjadi ujian tentang bagaimana kita bersyukur dan menerima setiap ketetapan-Nya.

Sering kali apa yang kita anggap baik belum tentu baik menurut Allah. Dan apa yang Allah pilihkan, meski tak selalu sesuai keinginan, itulah yang sejatinya paling baik untuk hamba-Nya.

Perjalanan ini memang tidak sempurna, tetapi ia harus terus berjalan hingga Allah memanggil kita pulang. Meninggalkan dunia yang fana, dunia yang penuh onak dan duri. Semua yang kita rasakan hari ini belum seberapa dibandingkan ujian para nabi, para sahabat, dan orang-orang beriman sebelum kita.

Apa pun ujian yang sedang kamu hadapi, luka apa pun yang pernah atau akan kamu rasakan, semoga kamu mampu melewatinya. 

Selamat mendewasa. Semoga hatimu semakin lapang dan tenang. Karena dunia ini hanyalah tempat singgah, bukan tempat menetap.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita dibalik Jilbab

Wallahu Ya'lamu Wa Antum La Ta'lamun

🌻 Menemukan Cahaya di Tengah Gelap: Perjalanan Menyembuhkan Diri