Di jalan ini,
Bilal bin Rabbah dengan payah mengumpulkan sisa-sisa tenaganya, berusaha tak sedikitpun tergoda rayuan Umayyah bin Khalaf untuk meninggalkan Islam. "Ahadun Ahad..." Lirihnya berkali-kali, tanpa kompromi.
Di jalan ini,
Ustman bin Affan pernah diselubungi tikar dari daun kurma, kemudian diasapi dari bawah. Tak sedikitpun beliau gentar, bahkan semakin kokohlah keyakinannya.
Di jalan ini,
Ammar bin Yasir pernah disiksa kaum kafir Quraisy dengan besi panas, setelah sebelumnya beliau menyaksikan kedua orangtuanya syahid dalam siksaan kaum kafir.
Di jalan ini,
Rasulullah saw dan para sahabatnya diuji. Orang-orang jahiliyah berharap, setelah ujian dan siksaan bertubi-tubi, Rasulullah dan para sahabatnya akan mencampakkan dakwah, mencampakkan Islam. Namun kenyataannya, tak sedikitpun tekanan itu berpengaruh kepada Rasulullah dan para sahabat. Bahkan semakin kokoh, semakin teguh, semakin gigih mereka merintis jalan perjuangan. Hingga kelak akhirnya Allah memperkenankan kemenangan itu di tangan mereka.
"Apakah kalian mengira akan dibiarkan begitu saja, padahal belum terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kalian?" (TQS At-Taubah: 16)
"Dan janganlah kamu hiraukan gangguan-gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung." (TQS Al-Ahzab: 48)
Kartini, Perempuan dan Peradaban
Sejak dulu hingga nanti, kartini, padanya teremban tugas-tugas peradaban Beredar pada pusaran bawah tanah, tersaksikan pada hamparan bumi, terpayungi gagahnya bentangan langit, kerja under cover Ada bagian yang mutlak, namun ada pula bagian yang bergerak, menyesuaikan kondisi cuaca pada semesta Perempuan, terbalut pada adab kemuliaan, tercerahkan oleh ilmu (kecerdasan pemikiran), termanivestasi pada amal (karya peradaban), tak cukup dengan kecerdasan akal, tak puas dengan kecantikan paras Perempuan, padamu, amanah peradaban tersematkan Bentuk dan rawatlah dirimu untuk menjadi sebaik-baik peran, terdistraksi dengan kepribadian menawan aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, fisik yang kuat, Intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam urusan, mandiri, bermanfaat bagi orang lain. Terpenuhi kebutuhan akhirat, tercukupi kebutuhan dunia. Perempuan yang dekat, mencintai dan dicintai oleh Rabbnya Perempuan yang dekat, menc...
Komentar
Posting Komentar