Will Durant, seorang penulis non muslim, dalam bukunya The Story of Civilization menceritakan betapa manisnya kerukunan umat beragama di bawah naungan Khilafah di era Bani Umayyah. Ia menuturkan, orang-orang Yahudi yang ditindas oleh Romawi, membantu kaum Muslim yang datang untuk membebaskan Spanyol. Mereka pun hidup aman, damai dan bahagia bersama orang Islam di sana hingga abad ke-12 Masehi.
Bahkan para pemuda Kristen yang dianugerahi kecerdasan pun mempelajari fiqih dan bahasa Arab bukan untuk mengkritik atau meruntuhkannya, tetapi untuk mendalami keindahan gaya bahasanya yang luar biasa. [Will Durant, Qishat al-Hadharah, juz XIII/296-297].
Anehnya, hari ini, berabad-abad setelah kisah manis itu terjadi, ada sekelompok orang yang menolak mentah-mentah ide syariah dan Khilafah dengan alasan bahwa Islam akan memecah-belah bangsa dan tidak cocok diterapkan pada masyarakat majemuk.
Mau tahu hal yang lebih aneh lagi? Sekelompok orang ini tidak datang dari kalangan Kristen Romawi, Spanyol, atau Yahudi. Tapi, mereka adalah bagian dari kaum Muslim!
Kartini, Perempuan dan Peradaban
Sejak dulu hingga nanti, kartini, padanya teremban tugas-tugas peradaban Beredar pada pusaran bawah tanah, tersaksikan pada hamparan bumi, terpayungi gagahnya bentangan langit, kerja under cover Ada bagian yang mutlak, namun ada pula bagian yang bergerak, menyesuaikan kondisi cuaca pada semesta Perempuan, terbalut pada adab kemuliaan, tercerahkan oleh ilmu (kecerdasan pemikiran), termanivestasi pada amal (karya peradaban), tak cukup dengan kecerdasan akal, tak puas dengan kecantikan paras Perempuan, padamu, amanah peradaban tersematkan Bentuk dan rawatlah dirimu untuk menjadi sebaik-baik peran, terdistraksi dengan kepribadian menawan aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, fisik yang kuat, Intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam urusan, mandiri, bermanfaat bagi orang lain. Terpenuhi kebutuhan akhirat, tercukupi kebutuhan dunia. Perempuan yang dekat, mencintai dan dicintai oleh Rabbnya Perempuan yang dekat, menc...
Komentar
Posting Komentar