Beri ruang untuk diri belajar, rapikan pikiran-pikiran instan yang memacu kita untuk segera lompat dari pertanyaan ke jawaban. Tanpa mengetahui bagaimana proses jawaban itu didapatkan. Kalau ada resiko, ambil saja. Telan semua resiko yang memang diperlukan untuk kita belajar. Tak apa lebih lelah, tidur berkurang, dan berulang-ulang gagal saat ujian. Jangan mempersulit diri sendiri pada masa yang akan datang karena keengganan untuk belajar saat ini, karena kita tidak sabar menjalani proses.
Kartini, Perempuan dan Peradaban
Sejak dulu hingga nanti, kartini, padanya teremban tugas-tugas peradaban Beredar pada pusaran bawah tanah, tersaksikan pada hamparan bumi, terpayungi gagahnya bentangan langit, kerja under cover Ada bagian yang mutlak, namun ada pula bagian yang bergerak, menyesuaikan kondisi cuaca pada semesta Perempuan, terbalut pada adab kemuliaan, tercerahkan oleh ilmu (kecerdasan pemikiran), termanivestasi pada amal (karya peradaban), tak cukup dengan kecerdasan akal, tak puas dengan kecantikan paras Perempuan, padamu, amanah peradaban tersematkan Bentuk dan rawatlah dirimu untuk menjadi sebaik-baik peran, terdistraksi dengan kepribadian menawan aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, fisik yang kuat, Intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam urusan, mandiri, bermanfaat bagi orang lain. Terpenuhi kebutuhan akhirat, tercukupi kebutuhan dunia. Perempuan yang dekat, mencintai dan dicintai oleh Rabbnya Perempuan yang dekat, menc...

Komentar
Posting Komentar