Postingan

Berprasangka Baik

Gambar
Langit sore itu mendung, tak kudapati senja yang indah. Hanya ada awan gulita yang sewaktu-waktu bisa menurunkan hujannya. Katanya, langit gelap belum berarti hujan. Semua terjadi atas kehendak-Nya. Yang manusia tak pernah mampu untuk mengetahui kecuali hanya meraba-raba.  Begitupun kehidupan manusia. Mereka yang hari ini mendapatkan banyak kebahagiaan dalam hidupnya, boleh jadi esok Allah takdirkan untuk diuji dengan ujian yang tak kita mampu memikulnya. Juga bagi mereka yang hari ini bersedih, tak selamanya akan hidup dalam lembah kegelapan. Barangkali esok akan ada cahaya yang datang membawa senyum kebahagiaan.  Seberapa bising isi kepala saat ini yang membuatmu pusing, tenangkan hati. Sebab kebaikan telah menanti. Padamu yang selalu menata hati berprasangka baik pada-Nya.  Kesulitan-kesulitan yang menghampiri belum seberapa, akan ada masa kesulitan yang menghampiri lebih berat lagi.  Tapi kita selalu punya pilihan untuk mengatur prasangka baik pada-Nya. 

Madrasah Ibu

Gambar
"Seorang ibu adalah sekolah apabila engkau persiapkan dengan baik berarti engkau telah mempersiapkan sebuah generasi yang harum." (Syair Hafiz Ibrahim) Napoleon Bonaparte pernah ditanya, "Benteng manakah di Perancis yang paling kuat?" Ia menjawab, "Para Ibu yang baik." Salah satu peran penting dan kekuatan keluarga khususnya seorang ibu adalah mendidik generasi untuk menjadi aset dan investasi baik di masa kini maupun di masa nanti akhirat dan abadi. Kesuksesan pendidikan merupakan saham riil bagi penyiapan kader-kader dakwah yang handal, membentuk keluarga islami, menciptakan lingkungan dan masyarakat yang penuh dengan manusia-manusia berkualitas untuk mengaplikasikan Islam dalam kehidupan.  Dalam mendidik tentu tidak semuanya berjalan mulus, maka perlu menyiapkan hati yang tulis. Betapa dahsyat kasih sayang seorang ibu mengasihi anak-anaknya, membalas keburukan dengan kebaikan tanpa henti. 

Taufiq dalam Beramal

Gambar
Saat itu Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah seorang yang paling memusuhi islam bahkan mengazamkan dirinya untuk mengorbankan nyawa demi membunuh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam . Tentu, sebelum ia mengenal islam. Dan setelah islam masuk kedalam jiwanya, maa syaa Allah! Dia adalah orang yang paling takut terhadap keras siksaan Rabb-nya. Meskipun Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam telah menjamin ia akan masuk surga, air matanya tak pernah berhenti ketika Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam kabarkan dahsyat azab kubur dan neraka, wal ‘iyadzubillah. “Sungguh, jika semua orang diseru oleh Allah untuk masuk ke surga kecuali satu orang,” Demikian yang pernah kubaca, dan beliau radhiyallahu ‘anhu melanjutkan, “..aku takut, satu orang itu adalah aku.” Perihal amal, ia tidaklah di tentukan dari ketaatan masa masa kecil hingga sekarang. Akan tetapi bagaimana Allah memberi taufik untuk beramal shalih dan meninggal dalam keadaan demikian.  Maa syaa Allah.. ...

Penambah Kenikmatan

Gambar
  Duka dan cita, luka dan bahagia, musibah dan karunia adalah niscaya yang silih berganti datangnya. Allah hadirkan mereka, untuk menguji seberapa sabar hamba dalam menghadapi kesulitan, serta seberapa khusyuk hamba dalam mensyukuri kenikmatan. Ialah bunga-bunga kehidupan, yang apabila engkau petik takkan bertahan lama harum dan indahnya. Maka biarkan ia tetap berada disana. Berkembang, hingga akhirnya bertumbuh dan berbuah ; buah keimanan, buah keikhlasan, buah ketulusan, serta buah kesabaran. Bersabar dalam menghadapi kepayahan, serta bersabar dalam menjaga kenikmatan. Sebab, ketika kepayahan itu terputus dari tangkainya, terkuak ke sosial media, bukan bantuan yang akan engkau dapatkan melainkan aib yang tersebar. Dan demikian pula dengan kenikmatan. Tatkala ia terlepas dari tangkainya, maka esok atau lusa indah berkahnya tak lagi sama. Ia layu bersama kebahagiaan yang engkau umbar. Maka jagalah, biarkan ia tetap pada tangkainya. Karena kesulitan, seharusnya menjadi perekat hubun...

Badai Kehidupan

Gambar
  Sejatinya kita memang akan diuji dengan berbagai terpaan badai yang silih berganti menghampiri. Setelah badai satu berlalu, maka akan datang badai yang lain. Begitu seterusnya.  Maka mempersiapkan amunisi menghadapi badai yang dahsyat adalah dengan iman. Iman yang akan mengokohkan bagaimana pun kuat badai yang datang.  Iman yang akan senantiasa mengajari kita untuk bersabar, Iman yang akan menguatkan kita untuk bertahan, "tenang saja, ini akan segera berakhir," Dan untuk iman yang kian menguat, bukan hanya dengan terpaan badai ujian tetapi juga dengan ilmu. Sebab ilmu akan mengokohkan benteng pertahanan.  Ilmu akan mengajari kita memetik hikmah dengan sabar,  Ilmu akan membuat kita mensyukuri apapun yang telah terjadi hari ini.  Apapun badai kehidupan yang menghampiri, percayalah bahwa takdir Allah selalu baik. 

Mendewasa Pada Waktunya

Gambar
  Kita akan mendewasa pada waktunya, bukan karena usia yang semakin bertambah tetapi karena kehidupan akan mengajari kita untuk menyikapinya dengan bijaksana.  Kita akan mendewasa pada waktunya, bukan karena usia yang semakin menua, tetapi karena terpaan yang semakin kuat menjadikan kita telah mampu memaknai perjalanan. Kita akan mendewasa pada waktunya, bukan lagi soal dewasa sebelum waktunya, melainkan memang dirilah yang sudah mampu mengambil hikmah atas setiap celah ujian yang telah disabari.

Belum Usai

Gambar
  Mengeluh lelah padahal perjuangan belum seberapa, perjalanan ini belum usai.  Tak pantas rasanya jumawa, atas apa yang telah Allah gariskan terjadi. Kebaikan yang terasa hari ini adalah atas kehendak-Nya. Saat diri merasa lelah, ingin berhenti saja. Ingatlah lagi bagaimana perjuangan berada hingga hari ini. Melewati ujian yang menyayat-nyayat diri, menggores-gores hentakan kaki, melinangkan air mata. Perjuangan yang tak seberapa, takkan menghasilkan apa-apa.  Duhai diri, berjuanglah lagi. Semangatlah lagi, mintalah kekuatan pada-Nya, agar kita mampu. Menembus batas-batas kemampuan diri.  Untuk kita, perjuangan ini belum usai. Takkan lelah hingga kaki semoga injakkan surga.