Postingan

Mengakrabi Tarbiyah

Gambar
“Untuk apa ikut tarbiyah? apakah niatnya murni untuk mendekatkan diri kepada Allah atau ada embel-embel lain yang akan merusak pahala? Bukankah kita bisa menambah pemahaman keislaman dari berbagai sumber tanpa harus mengikuti kajian tersebut? Bukankah kita juga bisa mendapatkannya dari buku, televisi dan lain sebagainya?” Memang benar. Namun, kita tidak akan merasakan indahnya ukhuwah, tidak akan merasakan gelora iman ketika duduk bersama membaca Al-qur’an, dan juga tidak akan merasakan getar-getar rabithah di penghujungnya. Dan tarbiyah merupakan salah satu wasilah di antara banyaknya wasilah untuk meraih jannah-Nya. Tarbiyah akan mengantar pelakunya untuk mengoptimalkan segala potensi yang dimiliki untuk dakwah. Baik potensi fikriyah, jasadiyah, dan ruhiyah. Tidak boleh ada ketimpangan.  Bagi para penikmat tarbiyah, tarbiyah bukan hanya tentang ilmu, tapi juga ukhuwah. Tarbiyah adalah kisah cinta yang mengantar pelakunya untuk senantiasa menempatkan cinta pada pencipta yang haki...

Aktivis Dakwah dan Virus Merah Jambu

Gambar
Persoalan rasa yang melanda seorang pemuda bukanlah hal yang patut untuk disepelekan. Ia sangat memberikan pengaruh terhadap berbagai hal yang dilakukan oleh seseorang; berpengaruh terhadap tingkah laku, cara berpikir, rutinitas harian bahkan pada ibadah-ibadah yang dilakukan. Persoalan rasa tidak hanya melanda orang-orang mapan yang siap menuju jenjang pernikahan. Akan tetapi, hal ini justru melanda berbagai kalangan; remaja hingga dewasa, muda sampai tua, laki maupun perempuan atau bahkan anak baru baligh yang masih meraba asupan pembelajaran di bangku sekolah. Kalangan aktivis dakwah pun demikian. Justru, di kalangan aktivis dakwalah mayoritas persoalan rasa ini terjadi. Mereka juga sama sekali tak lepas dari berbagai macam fitnah ikhwan-akhwat yang siap memerangi kekokohan idealisme yang tertanam selama menjadi seorang aktivis dakwah, taklimers. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam sudah sejak lama menasehatkan sebagai bentuk antisipasi dalam berhati-hati mengola persoalan perasa...

MENIKAH; PILIH KARENA AGAMANYA

Gambar
"Kita memang tak semulia Sang Nabi, tak sekaya Khadijah, juga tak sebagus kualitas karakternya dibanding mereka. Namun, kita punya cara tersendiri untuk mendukung sepenggal jiwa kita. Berikhtiar sebaik mungkin untuk membuatnya tenang saat gelisah melanda, bekerjasama sesinergi mungkin agar kesulitan yang mendera bisa berakhir dengan indah, juga bertanggung jawab berdua menyelesaikan persoalan agar kelak ketenangan menjumpai kita." (Ario Muhammad PhD) Pernikahan yang penuh berkah adalah pernikahan yang berlandaskan pada visi pertemuan di surga. Maka hanya orang-orang yang dekat dengan Allah-lah yang mampu melakukannya. Saat kesulitan mendera, rumah tangga akan dipenuhi sikap tawakkal yang purna pada-Nya. Tidak ada resah yang membuat sebuah keluarga hancur, sebab mereka yakin Allah selalu bersama. Saat ujian kenikmatan tiba, rasa syukur yang berlimpah akan senantiasa hadir. Sebab mereka yakin bahwa keberkahan dalam pernikahan harus senantiasa dilengkapi dengan sabar dan syukur....

MAHALNYA HIDAYAH

Gambar
 Hidayah itu mahal. Ia tidak dapat dibeli, tetapi diminta dengan doa kepada Allah agar senantiasa memberikan hidayah-Nya. Sebab tak ada jaminan bagi mereka yang hari ini beriman, akan beriman seterusnya.  Hidayah itu mahal. Dan mungkin diraih tanpa kemudahan, sebab engkau harus terlebih dahulu meminta kepada-Nya, lalu meninggalkan segala sesuatu yang Allah tak ridha.  Betapa banyak mereka yang dulu beriman. Namun karena terlalu PeDe dengan keimanan yang dimiliki, akhirnya mereka lalai untuk berdoa meminta hidayah, meminta diistiqomahkan dalam iman, dalam kebaikan, dalam Islam. Hidayah itu mahal. Maka genggam erat bara iman dalam dada. Tinggalkan sesuatu yang akan membuatmu jauh pada-Nya. Meski harus kehilangan rekan? Meski harus kehilangan hal yang dicintai tanpa ridha-Nya? Sebab bukankah Allah janjikan akan mengganti sesuatu dengan sesuatu yang lebih baik bila kita meninggalkan sesuatu karena Allah? Hidayah itu mahal. Maka, jangan bandingkan proses hijrahmu dengan hijrah...

Bersamamu Aku Berakar, Tumbuh, dan Mekar

Gambar
  Pernikahan diharapkan menjadi sarana bagi masing-masing pihak untuk melejitkan potensi diri. Masing-masing saling mendukung pasangannya untuk mengaktualisasikan diri. Bukan sebaliknya. Jangan ada penumpulan potensi, jangan ada pematian kreativitas. Agar istri kita dengan penuh syukur berkata, "Bersamamu aku berakar, tumbuh, dan mekar" Dalam kacamata orang beriman, aktualisasi diri adalah pengambilan peran untuk beramal shaleh dengan seluas-luasnya. "Beramallah kalian maka Allah, juga Rasul dan orang-orang beriman, akan melihat amal kalian. Dan kalian akan dikembalikan kepada Allah yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakannya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan itu. (Tqs. at-Taubah: 105) Amal shaleh, kata Sayyid Quthb, adalah buah alami dari keimanan, dan gerak yang bermula pada detik di mana hakikat keimanan itu menghujam di dalam hati. Maka keimanan adalah hakikat yang aktif dan energik. Begitu hakikat keimanan menghujam dalam nurani, m...

PELUK QUR'AN MU

Gambar
  Suatu ketika seseorang bertanya "Mengapa kita harus menghafal Quran? Saat kita tau melupakannya adalah dosa besar, dan kita pun tau, tiada sesuatu yang lebih mudah hilang dalam ingatan karena kemaksiatan sekecil apapun dilakukan selain Quran?" Menghafal Quran adalah menyulam bait-bait kebaikan, menyusun tangga-tangga kemuliaan, dan melangkah satu demi satu jalan kebahagiaan. Tiada satupun seseorang yang tergerak hatinya untuk menghafal Quran, selain Allah telah memilihnya untuk menjadi keluarga-Nya. Tiada setetes pun peluh dan air mata yang keluar karena sulitnya perjuangan, atau khilafnya melupakan, selain bersamanya mengalir pula ridha-Nya. Tiada satupun seseorang yang akhirnya memutuskan untuk menjadi penghafal Quran, selain ia memiliki janji suci hingga akhir hidupnya, untuk bahagia di dunia dan di akhirat-Nya. Mulailah... Meski orang memandang kamu terlambat. Kembalilah... Meski dirimu tahu telah lama kamu meninggalkannya. Berjuanglah... Meski kamu tahu harus banyak wa...

//Saat Tak Ada Lagi Tempat Berlindung//

Gambar
Nabi Muhammad, tak henti mengajak masyarakat untuk meng-Esakan Allah dan membawa misi kemanusiaan. Ajakan itu oleh masyarakatnya dianggap asing, aneh, dan mengganggu. Tak pelak, Nabi mengalami berbagai macam kekerasan: caci maki, pelukaan, penyerangan, pengusiran, dan ancaman pembunuhan atasnya. Tahun 628 H, penderitaan Nabi mencapai puncaknya Hari itu, Nabi merasa seakan tak ada lagi tempat berlindung di Mekah. Beliau akhirnya pergi seorang diri, tanpa seorang pun yang tahu, menuju Thaif. Nabi berharap di sana ada orang yang mau menolong sekaligus mengikuti ajakannya. Tetapi harapan itu ternyata sia-sia. Masyarakat di sana menolak, mencaci dan mengusirnya dengan kasar. Anak-anak muda bahkan melemparinya dengan batu Dengan tubuh yang luka, Nabi menuju kebun anggur, lalu duduk di bawahnya. Dua anak Rabi'ah, pemilik kebun itu, melihat wajah beliau tampak begitu kusut dan penuh duka. Tangannya ditengadahkan ke langit dan berdoa dengan seluruh jiwanya "Wahai Tuhan-ku, kepada-Mu ak...