Karena hanya lewat tulisan, ia tetap mampu mengabadi. Biarpun usia telah usai, maka semoga torehan catatan ini mampu menjadi jalan pintas menuju Jannah-Nya.
Selamat berteduh!
-Dian Rahmana Putri-
Sabar
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Saat engkau bersedia memanjangkan sabarmu,
Saat itu engkau tengah mencintai seseorang
.
.
.
~ Percayalah, bahwa doaku kini tak lagi memaksa.
Ia melangit, apa adanya...
Sejak dulu hingga nanti, kartini, padanya teremban tugas-tugas peradaban Beredar pada pusaran bawah tanah, tersaksikan pada hamparan bumi, terpayungi gagahnya bentangan langit, kerja under cover Ada bagian yang mutlak, namun ada pula bagian yang bergerak, menyesuaikan kondisi cuaca pada semesta Perempuan, terbalut pada adab kemuliaan, tercerahkan oleh ilmu (kecerdasan pemikiran), termanivestasi pada amal (karya peradaban), tak cukup dengan kecerdasan akal, tak puas dengan kecantikan paras Perempuan, padamu, amanah peradaban tersematkan Bentuk dan rawatlah dirimu untuk menjadi sebaik-baik peran, terdistraksi dengan kepribadian menawan aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang mulia, fisik yang kuat, Intelek dalam berpikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga waktu, teratur dalam urusan, mandiri, bermanfaat bagi orang lain. Terpenuhi kebutuhan akhirat, tercukupi kebutuhan dunia. Perempuan yang dekat, mencintai dan dicintai oleh Rabbnya Perempuan yang dekat, menc...
Jilbab panjang atau jilbab syar’i dizaman sekarang ini pastilah melulu disangkutpautkan dengan kejahatan yang mengatasnamakan islam. Fikiran sempit ini yang terkadang membuat kita geleng – geleng kepala. Padahal dalam Al-Qur’an sudah tertulis jelas perintah untuk menggunakan jilbab atau mengulurkan jilbab. Untuk mereka yang berlatarbelakang dari keluarga yang sangat ‘islami’ mungkin bukanlah hal yang sulit untuk menggunakan jilbab syar’i dalam kehidupan sehari – harinya. Tapi bagaimana dengan mereka yang bukan berlatarbelakang dari keluarga yang sangat ‘islami’??? (dalam arti berasal dari keluarga yang biasa – biasa saja atau tidak terlalu mencirikan keislamannya). Tentulah itu menjadi sesuatu yang cukup sulit. Tetapi kembali lagi, itu semua tergantung bagaimana individu tersebut menyikapinya. Apakah menjadikan ini sebagai beban atau tantangan?! Dan saya adalah salah satu dari sekian banyak contoh yang ada. Saya bukan berlata...
Setiap kita dalam kehidupan ini pernah mengalami pasang surut, dan hal itu terjadi karena takdir yang telah Allah gariskan. Diantara kita ada yang mungkin sedang merasa putus asa karena berulang kali gagal, ada yang sedang kecewa karena terlalu tinggi berekspektasi, ada yang khawatir akan masa depan yang belum tentu terjadi. Tidak mengapa, hal-hal yang terjadi dalam kehidupan kita didesain agar kita mampu menjadi versi terbaik yang Allah mau. Gagal? Coba kembali Kecewa? Lapangkan lagi Marah? Sabarkan lagi Jatuh? Bangun kembali Demikian hidup berotasi, dan bukankah ada beberapa kejadian-kejadian sulit sebelum ini yang telah berhasil dilalui? Coba ingat-ingat kembali. Terkadang bukan karena kita terlalu lambat untuk memahami, melainkan karena kita terlalu tergesa menyimpulkan. "Aku sudah gagal, aku kecewa, aku marah, aku tidak bisa." Tanpa terlebih dulu memberikan pembelaan untuk diri sendiri. Alih-alih membelah, kita lebih dahulu menyalahkan diri sendiri. Mengapa ...
Komentar
Posting Komentar