Langsung ke konten utama
BIJAKNYA SANG MALAM

Dalam keheningan malam menenangkan,Kau tak perlu khawatir akan
segala problema yang kau hadapi, tenanglah. Kini kau aman dalam hening
dan sunyiku. Istrahatlah sejenak dalam gelap, semilir angin dan pekat
malam akan menghibur jiwamu yang kusut, tersenyumlah Malam meyakinkan,
"Kawan, aku bersama Rabbku dan Rabbmu disepertigaku, yang kan
mengabulkan semua pintamu. Hajatmu akan terwujud dalam simpul-simpul doa
yang kau panjatkan.Jiwa merayumu tuk gundah, kau pun sedih, kau
bimbang. Abaikanlah, nikmati kidung cintaku dalam dekapan cinta-Nya
bersama heningku
Malam menguatkan, Kawan, kebahagian hakiki kan kau
dapat di dalam surga, itu milikmu insya Allah. Allah tidak sedang
membencimu, tapi Dia sedang membuka satu dari sejuta pintu cinta-Nya
agar kau dapat bertemu dengan-Nya dalam keadaan tidak memiliki dosa
sedikitpun. Bangkit dan semangatlah". Malam mengingatkan,Kawan, ingatlah
kau masih bersamaku, sang malam. Itu artinya kau masih bersama pusaran
waktu yang setiap saat dapat merubah keadaan, istiqamahlah. Bila esok
kau berjumpa siang, itu pertanda aku telah pergi, akan ada malam-malam
lain yang kan menemani kisah-kisahmu. Ingat, itu juga pertanda bhw
masamu sudah dekat, tubuhmu akan lemah, rambutmu akan putih, semntara
rumahmu yang baru sudah siap dalam tanah yang sempit.
Ingatlah, kalau
kau yg hari ini, bukanlah kau yang dahulu masih bersama ayunan sang
ibu, hangatnya pelukan sang ayah, yang hanya dgn tangismu mereka akan
memberikan yang kau pinta. Kau mungkin sdh menjadi seperti mereka
sekarang, dan telah merasakan berat dan derita atas ap yang mereka
rasakan dahulu, bagaimana menjadi org tua yg baik.
Kawan, jka kau
mersakan berat yg menyesakkan dada itu, sedang kau bukan lagi si kecil
yang manja, ingat kau masih bersamaku sang malam. Duduklah bermunajat
dalam gelap lalu menangislah di hadapan ar-Rahman. Menangislah dan
teruslah menangis layaknya kau dahulu meminta sesuatu pada ibumu, hingga
Dia memberikan pintamu itu. Ketahuilah kau sedang meminta pada Rabb
penciptaku yang lebih memiliki belas kasih dari ibumu, karena Dialah
sang Empunya kasih. *Oleh Ustadz Abu Ukasyah Wahyu
Sumber:wahdah islamiyah
Komentar
Posting Komentar